• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • red color
  • green color
Home arrow Berita arrow Nasional
Nasional
Pemerintah Segera Turunkan Tarif Angkutan 5,22 Persen PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 21 December 2008
Bandung (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Jusman Sjafii Djamal menyebutkan tarif angkutan umum setelah penurunan harga premium dan solar mungkin diturunkan sekitar 5,22 persen.

"Setelah dihitung, potensi penurunan tarif sebesar 5,22 persen," kata Menhub di sela-sela peresmian KRDE Baraya Geulis di Stasiun Bandung, Minggu.

Namun demikian, untuk tarif antar kota dalam provinsi dan angkutan dalam kota mekanismenya diserahkan kepada pemerintah daerah.

Menhub sendiri telah berkirim surat kepada para gubernur seluruh Indonesia untuk mengambil langkah-langkah penyesuaian tarif angkutan setelah harga premium dan solar diturunkan pemerintah.

"Beberapa daerah cepat tanggap menyikapi penurunan BBM dengan menghitung angka penurunan tarif angkutan sesuai dengan kewenangannya," puji Menhub.

Salah satunya Kota Bandung yang telah menurunkan tarif angkutan Rp500 untuk angkutan kota.

Di Jawa Barat, penurunan tarif angkutan umum sudah dibahas oleh Dinas Perhubungan, Organda, YLKI dan DPRD Jabar.

"Hasilnya sudah ada dan dilaporkan ke gubernur serta dewan (DPRD), tinggal menunggu penetapan. Tarif angkutan di Jabar kemungkinan turun 4-5 persen," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Herli Suherli.

Penurunan tarif angkutan umum dalam kota/ kabupaten akan ditetapkan oleh bupati atau walikota.

Sementara itu Kepala Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Organda Jabar, Hafid M menyatakan para pengusaha angkutan umum Jabar meminta penurunan tarif tidak melebihi lima persen.

"Berat jika penurunannya lebih dari lima persen," kata Hafid. (*)
 
Delapan Tokoh Perempuan Terima PKS Award 2008 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 20 December 2008

DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat malam, menganugerahkan "PKS Award 2008" kepada delapan tokoh wanita yang dianggap telah memberikan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya untuk selalu berjuang.

Penyerahan penghargaan kepada delapan tokoh perempuan itu berlangsung di Jakarta, Jumat malam, dalam acara "Malam Anugerah PKS Award 2008 - 8 Inspiring Woman".

Kedelapan tokoh perempuan itu adalah Titi Widoretno (Neno) Warisman (seniman), Nani Zulminarni (aktivis LSM), Prof Edi Sedyawati (budayawan), Bunda Iffet Veceha Sidharta (manajer Grup Band Slank), Eniya Listiani Dewi (peneliti), Maria M Hartiningsih (wartawan), Sri Wulandari (pendidik), dan Marwah Daud Ibrahim (politisi).

Presiden PKS Tifatul Sembiring, yang didampingi Ketua Majelis Syura PKS KH Hilmi Aminudin dan Ketua DPP PKS bidang kewanitaan, Ledia Hanifa Amaliah, menyerahkan penghargaan tersebut kepada kedelapan tokoh perempuan pemberi inspirasi tersebut.

Tifatul Sembiring mengatakan, meski kondisi kaum perempuan Indonesia saat ini secara umum masih memprihatinkan, namun PKS tetap ingin melakukan penguatan.

"Untuk itu, PKS memberikan penghargaan kepada kaum perempuan para pemberi inspirasi agar kualitas perempuan bisa lebih meningkat. Sekecil apapun langkah PKS ini, kami berharap bisa memberi inspirasi bagi yang lain," katanya.

Ketua DPP PKS bidang kewanitaan Ledia Hanifa mengatakan, penganugerahan PKS Award 2008 itu diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

Pada peringatan Hari Ibu 2008, DPP PKS menetapkan tema "80 Tahun Kebangkitan, Inspirasi Bagi Indonesia yang Sejahtera.

"Perempuan Indonesia seharusnya bergerak bersama dalam memberi untuk meningkatkan martabat bangsa di tengah banyaknya permasalahan bangsa saat ini," katanya.

PKS, katanya, yakin bahwa masih banyak perempuan yang mampu memberi banyak inspirasi terhadap ide dan gagasan-gagasan yang memberi pencerahan bagi bangsa.

Sejumlah tokoh perempuan yang sebelumnya masuk nominasi seperti Siti Hardiyanti Rukmana, Megawati Soekarnoputri, dan Khofifah Indar Parawansa, ternyata tidak terpilih sebagai pnerima penghargaan.(ant)