• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • red color
  • green color
Home arrow Berita arrow Mancanegara
Mancanegara
Obama Tunjuk Pensiunan Jenderal Kepalai Badan Intelijen PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 21 December 2008
Washington (ANTARA/AFP) - Presiden Amerika Serikat terpilih Barack Obama memasang laksamana Angkatan Laut purnawirawan Dennis Blair sebagai kepala intelijennya, kata laporan media AS, Sabtu.

Para pejabat pemerintah yang dekat dengan proses pemilihan membenarkan penunjukkan ini kepada suratkabar Los Angeles Times, namun harian itu menambahkan, Obama belum memutuskan siapa yang berada di jabatan pimpinan baru Badan Intelijen Pusat (CIA) itu.

Jabatan tertinggi intelijen adalah posisi penting yang belum ditentukan Obama, setelah sibuk menunjuk para anggota kabinetnya.

Jika benar sebagai Direktur Intelijen Nasional (DNI), Blair akan menghadapi bom waktu warisan pemerintahan Presiden George W. Bush, termasuk dua perang, penjara rahasia CIA di luar negeri dan penyadapan pembicaraan dalam negeri.

Penasehat tinggi presiden bidang intelijen dan Dewan Keamanan Nasional, akan dia jalani dengan mengelola aktivitas intelijen dan mengawasi 16 agensi di bawahnya.

Tim Obama ditantang untuk bekerja keras memfinalisasi pemilihan pejabat intelijennya, dan penunjukan Blair yang meniti karier dari militer, diduga bakal memicu ketegangan antara pejabat intel dari kalangan sipil dan militer, demikian Wall Street Journal.

Blair, yang berkarier di Angkatan Laut selama 34 tahun, tidak tahu akan dekat secara pribadi dengan Obama, meskipun dia kadang memberikan nasehat kepadanya di Senat, tapi dia berhubungan dekat dengan Clinton dan menempuh pendidikan sama dengan mantan presiden Bill Clinton di Universitas Oxford.

Sebagai mantan komandan pasukan AS di Pasifik, Blair akan menjadi direktur intelijen nasional ketiga setelah dibentuk Kongres pada 2004, setelah penyelidikan mengungkapkan kegagalan badan intelijen turut memberi informasi yang memungkinkan dicegahnya serangan serupa 11 September 2001.

Kegagalan itu kemudian disusul kesalahan besar intelijen AS berkaitan dengan tuduhan Irak menguasai senjata perusak massal. (*)
 
PM Belgia Ingin Mundur Tapi Ditolak Raja PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 20 December 2008
Brussels, (ANTARA News) - Perdana Menteri Belgia Yves Leterme mengajukan pengunduran diri,  Jumat, sehubungan dengan dugaan campur-tangan dalam masalah kehakiman, demikian laporan media elektronik Belgia, VRT.

Jumat pagi, Menteri Kehakiman Jo Vandeurzen mengumumkan pengunduran diri perdana menteri setelah terbitnya laporan Ketua Mahkamah Agung Belgia Ghislain Londers.

Menurut laporan tersebut, Menteri Kehakiman berusaha memaksakan pengaruh atas lembaga kehakiman dalam kasus Fortis.

Untuk kedua kali dalam waktu sembilan bulan, pemerintah Belgia mengajukan  pengunduran diri, kali ini berkaitan dengan tuduhan bahwa pemerintah berusaha menghalangi proses pengadilan mencegah penjualan bank Fortis, yang bermasalah di negeri itu, kepada BNP Paribas dari Prancis.

Pada Juli, Raja Alberta II menolak pengunduran diri pemerintah kendati pemerintah koalisi lima-partai gagal memenuhi tenggat yang ditetapkannya sendiri untuk mencapai konsensus tentang pembaruan undang-undang dasar.

Pembentukan pemerintah Leterme pada Maret, yang meliputi kelompok konservatif dan liberal  serta kaum sosialis penutur bahasa Prancis, telah menyelesaikan krisis politik menyusul pemilihan umum Juni 2007.

Namun, setelah itu Leterme  gagal mengambil hati rakyat Belgia, terutama masyarakat penutur bahasa Prancis, Walloon, yang sangat curiga dengan rencanai perluasan otonomi.

Krisis paling akhir berpusat pada tuduhan bahwa kantor Leterme berusaha mempengaruhi putusan pengadilan mengenai penjualah operasi bank Fortis, Belgia.

Raja Albert kembali menolak untuk menerima pengunduran diri tersebut, dan membiarkan jawabannya menggantung, kata kantor berita Belgia, Belga, Jumat malam.

Raja Albert sedang melakukan konsultasi politik guna menemukan penyelesaian bagi krisis itu.

Kerajaan Belgia adalah sebuah negara yang terletak di bagian barat dari benua Eropa. Belgia adalah negara anggota pendiri dari Uni Eropa dan menjadi ibukota dari Uni Eropa, dan juga organisasi internasional lain termasuk NATO.

Belgia meliputi wilayah seluas 30,528 kilometer persegi dan memiliki penduduk kurang lebih sekitar 10,5 juta jiwa.

Belgia terletak di antara dua perbatasan budaya, Germanic dan Eropa Latin, dan adalah sebuah negara dari dua kelompok etnik, Fleming dan Prancis. Sebagian besar warganya adalah Walloon, dan sekolompok kecil dari penutur Jerman.

Pemerintah Perdana Menteri Yves Leterme, seorang Kristen Demokrat, tampaknya berada di ujung kendali, meskipun ia membantah mencampuri urusan bank tersebut.

Krisis itu, selain menambah besar kemelut, diduga akan meningkat pada akhir pekan, sementara oposisi menyerukan pemilihan umum baru.

Pengajuan pengunduran diri tersebut membuat negara itu menghadapi masa ketidak-pastian yang mendalam pada saat paling buruk; ekonomi negeri itu bergerak menuju resesi sementara keyakinan penanam modal berada pada tingkat rendah akibat krisis keuangan global.(*)