• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • red color
  • green color
Home arrow Peluang Investasi arrow Perkebunan
Perkebunan PDF Cetak E-mail

SEKTOR PERKEBUNAN

ImageProspek komoditi minyak kelapa sawit dalam perdagangan internasional yang terus meningkat telah mendorong pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk memacu pengembangan areal perkebunan kelapa sawit. Kenaikan harga minyak bumi yang membumbung tinggi memberikan tekanan pada berbagai Industri sehingga para pelaku bisnis mencari peluang energi alternatif. Kelapa sawit merupakan salah satu alternatif sumber energi yang diolah dalam bentuk bioetanol yang lebih ramah terhadap lingkungan.

ImageHingga tahun 2005, lebih dari 85% produksi minyak dunia dihasilkan oleh dua negara produsen utama minyak sawit, yaitu Indonesia dan Malaysia. Produksi kelapa sawit Indonesia untuk tahun 2005 sebesar 13,6 juta ton dan tahun 2006 mencapai 14,7 juta ton.

Luas tanaman kelapa sawit rakyat di Tahun 2007 adalah 20.169 Ha dengan total produksi sebanyak 183.294 ton. Dari luas lahan 20.169 Ha, lahan seluas 9.937 Ha merupakan tanaman yang belum menghasilkan.

 

 Ditinjau dari sisi potensi, pengembangan kebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara seluas 142.827,79 Ha. Dari luas potensi tersebut, perkebunan kelapa sawit yang dikembangkan hingga Tahun 2007 seluas 70.741,59 Ha (49,53%), yang terdiri dari perkebunan rakyat seluas 20.169 Ha (14,12%) dan PBS seluas 50.572,59 Ha (35,41%).
Dengan demikian potensi pengembangan luas areal kebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara masih memiliki cadangan lokasi seluas 72.086,20 Ha atau 50,47% dari potensi yang ada.


ImageInternational Rubber Study Group memprediksi, karet dunia tumbuh 6,2% di tahun 2007, jauh di atas kenaikan permintaan tahun 2006 yang 2,1%. Kenaikan terutama disumbang dari pasar Amerika Serikat, China, India, dan kawasan Eropa.

Pertumbuhan penjualan karet Indonesia ke China pada dua tahun terakhir ini mencapai 200.000-300.000 ton per tahun atau 20%-30% dari total ekspor Indonesia. Momentum kenaikan permintaan karet harus dapat dimanfaatkan oleh pengusaha di Indonesia.

ImageLuas perkebunan karet rakyat di Kabupaten Bengkulu Utara hingga tahun 2007 adalah 34.360 Ha. Jumlah produksi perkebunan karet rakyat pada tahun 2004 sebanyak 142.926 Ton dengan jumlah petani sebanyak 24.255 orang.

 

  Di Kabupaten Bengkulu Utara perkebunan kakao dimiliki oleh perkebunan rakyat dan beberapa perusahaan PMDN dan PMA seperti PT. Pamor Ganda.  Tingkat produksi di tahun 2005 mecapai angka 1,317.09 ton  Biji  Kering

Pada perdagangan di bursa Liffe, London, harga kopi Robusta pada bulan penyerahan November 2007 naik $79, menjadi $2,354 per metrik ton. Kontrak bulan Januari naik $26 menjadi $1,929.

ImageAsumsi membaiknya harga ekspor kopi itu mengacu pada perkiraan produksi kopi di Brazil dan termasuk Indonesia yang tidak mengalami lonjakan besar di tengah terus meningkatnya permintaan kopi di pasar dunia pada tahun 2008.


Kondisi iklim dan tekstur tanah di Kabupaten Bengkulu Utara mendukung bagi budidaya tanaman kopi. Lebih dari satu dasawarsa, Bengkulu merupakan daerah penghasil kopi, khusunya jenis robusta. Total Produksi kopi pada tahun 2007 sebesar 99.091 ton.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >