• Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • red color
  • green color
Home arrow Peluang Investasi arrow Industri Pengolahan

Bengkulu Utara

imgIndustri Pengolahan
SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN   Pengembangan sektor industri pengolahan di Kabupaten Bengkulu Utara memiliki potensi yang besar di bidang agribisnis dan perikanan   Industri Pengolahan Kelapa Sawit Pengolahan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Bengkulu Utara. Hal ini didasari pada kapasitas produksi pabrik CPO tidak mampu menampung pasokan Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat seluas 10.232 Ha....
imgPariwisata
SEKTOR PARIWISATASecara umum, potensi wisata terbagi atas wisata alam, wisata industri, wisata budaya dan wisata pendidikan. Potensi wisata yang lebih dominan ada di kabupaten Bengkulu Utara adalah wisata alam berupa wisata pantai, wisata flora, fauna dan cagar alam. Hal ini dapat dilihat dari panjangnya garis pantai yang dimiliki oleh Kabupaten Bengkulu Utara, dan pulau Enggano yang memilki eksotisme alam yang cukup mengagumkan.Potensi wisata yang telah ada dan terus dikembangkan...
imgPertambangan
SEKTOR PERTAMBANGAN   Sektor pertambangan di Kabupaten Bengkulu Utara terdapat 3 bahan tambang utama yang berpotensi untuk dikembangkan yaitu Batu bara, Emas serta Batu Besi.   Batu bara Perdagangan batu bara dunia tahun 2007 diproyeksikan bisa sampai 730 juta ton, yang meliputi 536 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik (steam coal), dan 536 juta ton untuk keperluan industri baja (cooking coal). Dari jumlah itu, batu bara dari Indonesia minimal akan menyumbang 147...
imgPerikanan
SEKTOR PERIKANANPerikanan LautProvinsi Bengkulu memiliki panjang garis pantai 525 km dan beberapa pulau-pulau kecil. Potensi perikanan laut Bengkulu untuk daerah penangkapan 12 mil dari pantai sebesar 46.145 ton per tahun dan 80.072 ton per tahun untuk perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yaitu untuk daerah penangkapan 12-200 mil dari pantai. Potensi perikanan laut yang sudah dikelola pada tahun 2001 sekitar 56%.Kabupaten Bengkulu Utara memiliki panjang garis pantai ± 299 Km terletak...
imgPerkebunan
SEKTOR PERKEBUNANProspek komoditi minyak kelapa sawit dalam perdagangan internasional yang terus meningkat telah mendorong pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk memacu pengembangan areal perkebunan kelapa sawit. Kenaikan harga minyak bumi yang membumbung tinggi memberikan tekanan pada berbagai Industri sehingga para pelaku bisnis mencari peluang energi alternatif. Kelapa sawit merupakan salah satu alternatif sumber energi yang diolah dalam bentuk bioetanol yang lebih ramah terhadap...
imgPertanian dan Palawija
SEKTOR PERTANIAN DAN PALAWIJA   Sektor pertanian memberikan kontribusi yang besar dalam PDRB Kabupaten Utara Tahun 2005, yakni 37,18%. Lapisan tanah, topografi, dan iklim sangat cocok untuk bercocok tanam palawija dan tanaman pangan. Kabupaten Bengkulu merupakan salah satu sentra produksi padi di Provinsi Bengkulu. Komoditas padi sawah dan padi ladang yang dikembangkan oleh para petani seluas 19.105 Ha dan 7.433 Ha dengan hasil produksi masing-masing sebesar  75.590 ton dan 14.383...
Industri Pengolahan PDF Cetak E-mail

SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN

 

Pengembangan sektor industri pengolahan di Kabupaten Bengkulu Utara memiliki potensi yang besar di bidang agribisnis dan perikanan

 

Industri Pengolahan Kelapa Sawit

ImagePengolahan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Bengkulu Utara. Hal ini didasari pada kapasitas produksi pabrik CPO tidak mampu menampung pasokan Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat seluas 10.232 Ha. Kemampuan produksi pabrik CPO di tahun 2007 sebesar 60 ton/jam. Apabila jam kerja sehari selama 10 jam dan jumlah hari kerja dalam sebulan selama 25 hari, maka kemampuan produksi sebesar 180.000 ton per tahun.

 

 

 

ImageDalam dua tahun ke depan, pasokan TBS dari perkebunan rakyat akan meningkat. Saat ini  terdapat perkebunan sawit rakyat seluas 9.937 Ha merupakan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Total produksi TBS dalam dua tahun ke depan akan menjadi 360.000 ton. Investasi baru dalam pengolahan CPO dibutuhkan agar kapasitas produksi minimal dapat mencapai 120 ton/jam. BTS yang dihasilkan bisa menunjukkan angka yang lebih besar apabila lahan tidur seluas 72.086 (50,47%) dimanfaatkan dalam pembukaan perkebunan kelapa sawit yang baru.

Potensi yang baru dikembangkan saat ini merupakan industri hulu, yakni pengolahan BTS menjadi CPO. Potensi lain yang dapat dikembangkan adalah industri hilir, yakni pengolahan CPO menjadi produk turunannya seperti minyak goreng, margarin, sabun, minyak salad, minyak padat, dan sterin yang dapat diolah menjadi biodiesel sebagai pengganti BBM.

Industri lain yang dapat dikembangkan dari kelapa sawit adalah pemanfaatan biji kelapa sawit dan tempurung yang dapat diolah menjadi komponen makanan ternak, minyak inti sawit, briket arang, karbon aktif dan asam organik. Industri selulosa dan Industri kertas dapat memanfaatkan serat dan tandan kosong dari kelapa sawit.

   


 Industri Pengolahan Karet

ImageDi Kabupaten Bengkulu Utara, pabrik pengolahan karet dimiliki oleh PT. Bukit Angkasa Makmur dan PT. Batang Hari yang berlokasi di kecamatan Talang Empat. Pabrik pengolahan karet dimiliki juga oleh PT. Famor Ganda yang berlokasi di Kecamatan Ketahun dan PTPN VII yang berlokasi di Kecamatan Batik Nau. PT Pamor Ganda dan PTPN VII merupakan perusahaan besar swasta (PBS) yang memiliki perkebunan inti.

Invetasi di dalam pengolahan karet di Kabupaten Bengkulu Utara memiliki prospek yang baik karena perkebunan karet rakyat seluas 34.360 Ha dengan produksi 142.926 ton. Pasokan bahan baku karet mentah juga dapat dipasok dari Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu karena sebagian masyarkatnya juga memiliki perkebunan karet.

ImagePengembangan perkebunan karet menemui permasalahan antara lain seperti pemasaran masih terbatasnya pabrik crumb rubber. Seiring dengan peningkatan produksi dari 142,920.00 Ojol/Lump pada tahun 2004 menjadi 150,300.00 Ojol/Lump pada tahun 2005 maka pengembangan industri karet ke arah hilir memiliki prospek yang baik.

 

 

 

 

 

 


 

Industri Hasil Perikanan

ImageIndustri perikanan untuk pemanfaatan sumber daya ikan dibagi dalam berbagai kelompok kegiatan industri, yaitu :

a. Industri penangkapan ikan (fishing industry) yakni seluruh mata rantai kegiatan dalam usaha penangkapan ikan di laut.  Jenis industri ini disebut juga sebagai industri primer.

b. Industri hasil perikanan (fish processing industry), yakni seluruh mata rantai kegiatan dalam usaha pengolahan hasil laut, seperti pengalengan, pengeringan, pembekuan dan sebagainya.  Jenis industri ini disebut sebagai industri sekunder.

c. Industri pemasaran produk laut, yakni seluruh mata rantai kegiatan dalam usaha pemasaran hasil laut. Jenis industri ini disebut sebagai industri tersier dalam perikanan.

d. Industri budidaya perairan, yakni seluruh mata rantai kegiatan dalam usaha budidaya perairan, termasuk industri primer dalam perikanan.

ImageDengan garis pantai sepanjang ± 299 Km, Kabupaten Bengkulu Utara memiliki prospek yang sangat baik dalam fishing industry (industri penangkapan ikan) yang merupakan industri primer. Dari industri primer dapat dikembangkan dalam fish processing industry, seperti (1) industri penanganan ikan hidup; (2) industri penanganan ikan segar, (3) industri pembekuan ikan; (4) industri pengalengan ikan; dan (5) industri tepung ikan dan pakan ternak.

 

 

 

 

 

ImageDalam pengembangan fish processing industry, pengendalian kualitas produk merupakan hal yang penting untuk dilakukan dengan  peningkatan pelaksanaan pengendalian proses, sanitasi dan tahap operasionalisasi yang lain seperti pemilihan bahan baku ikan dan bahan pembantu, metode processing yang dipilih, dan  tingkat teknologi yang digunakan.

 
Berikutnya >